
...to the sky
Betatapun sumpek dan semerawutnya suatu kota, saat melihat ke atas semuanya kembali indah. Kedengaran maksa dan dibuat-buatkah? Sebenernya nggak sama sekali. Itu adalah pendapat gue yang sejujur-jujurnya. Di Jakarta yang isinya cuma debu dan asap sekalipun - termasuk di kompleks tempat tinggal gue yang pemandangannya cuma bangunan dan jalanan berkerikil - saat gue melihat ke luar jendela di pagi hari, satu-satunya yang bisa bikin gue senyum adalah langit. Dan meski kota-kota Jakarta nggak akan pernah kebagian langit seindah bali - begitu luas, seemingly boundless dan indah banget warnanya bercampur dengan cahaya matahari yang dipantulkan laut biru - warna biru-putih di pagi hari udah cukup menyegarkan, dan warna merah-orang bikin hati gue warm. Mungkin keindahannya ini makin jelas justru karena lingkungan di sekitarnya jelek ya? Jadinya kontras. Nggak tau lah, yang pasti gue bersyukur banget, di kota yang sekacau ini masih ada mahakarya yang begitu indah dan powerful, menyatukan masyarakat se-ibukota, bahkan seisi dunia yang hidup di bawahnya.
Jadi, selamat pagi, langit :)
No comments:
Post a Comment